Teaching Dhamma by Pictures-Bahasa Indonesia

Mengajarkan Dharma Melalui Gambar

Buddhadasa Bhikkhu

Penggunaan gambar sebagai metode untuk menjelaskan Dharma (Ajaran Buddha) telah popular di Negeri Siam sejak era Sukhothai atau awal periode Ayuthia. Cara penggambaran, tentu saja, berubah terus-menerus mengikuti zaman, sehingga gambar-gambar tersebut menunjukkan periode seni dan juga ajaran Dharma pada saat yang sama. Terkadang ada pertentangan dalam menentukan tanggal dari beberapa ilustrasi, contoh-contoh yang ditampilkan di sini berasal dari periode Bangkok (sekitar 100 tahun yang lalu). Tiga naskah Dharma bergambar dari periode ini ditemukan di kota Chaiya (Provinsi Surathani) dan bagian yang ditampilkan di sini adalah yang paling panjang di antara yang ada. Dari penelitian ditemukan bahwa ketiga manuskrip tersebut memiliki ilustrasi-ilustrasi dengan tema yang sama.

Reproduksi naskah bergambar ini dalam bentuk aslinya adalah sebuah manuskrip Thai tradisional yang disebut Samut Khoi yaitu gulungan kertas yang panjang yang dilipat-lipat, seperti lipatan pada alat musik concertina, menjadi lembaran halaman dan kemudian ditulis di kedua sisinya. Dalam bentuk ini, ilustrasi ditampilkan terlebih dahulu, diikuti dengan beberapa baris penjelasan tentang aspek tertentu dari Dharma seperti meditasi dan sebagainya. Pada masa tersebut tulisan Kamboja digunakan untuk semua karya yang berhubungan dengan keagamaan meskipun bahasanya adalah bahasa Siam.

Pewarna yang digunakan adalah produksi lokal, kebanyakan berasal dari pohon-pohon di daerah setempat. Urutan dari ilustrasi-ilustrasi dalam buku ini telah disusun ulang agar lebih mudah dimengerti.


MENGAJARKAN DHARMA MELALUI GAMBAR

Sebuah penjelasan tentang Naskah Buddhis Tradisional dari Negeri Siam

START READING

PDF

 

English: Teaching Dhamma By Pictures

German: Siamesische Illustrationen Der Buddhalehre

Share